Siapa Itu KH. Hasyim Asy'ari? Apakah Betul Sang Pendiri NU?
Apabila kita berbicara tentang jam’iyyah nahdlotul ulama (NU) pasti langsung terbayang beberapa pertanyaan salah satunya adalah siapakah pendiri jam’iyyah nahdlatul ulama?
Jamiyyah nahdlotul ulama didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 31 januari 1926 M. Beliau adalah salah pahlawan sekaligus ulama terkemuka diindonesia, beliau adalah pendiri jam’iyyah Nahdlatul ulama (NU).
Biografi KH. Hasyim Asy’ari
KH. Hasyim Asy’ari dilahirkan dikota demak pada taggal 14 februari 1871 atau pada tanggal 24 dzulqo’dah 1284. Ayah beliau bernama kyai Asy’ari dan ibunya bernama nyai halimah. Beliau adalah anak laki laki dari ketiga dari kesebelas orang bersaudara. Tujuh orang laki laki dan empat orang perempuan oleh orang tua beliau putra ketiga ini diberi nama hasyim asy’ari yang kemudian terkenal dengan nama KH. Hasyim Asy’ari.
Baca juga : Makna Tersembunyi lambang NU, Jarang yang Tahu.
Masa Kecil KH. Hasyim Asy’ari
Ketika beliau berusia enam tahun, yaitu pada tahun 1876 M beliau diajak pindah oleh kedua orang tuanya kedesa keras, yaitu suatu desa yang terletak disebelah selatan kota jombang. Sebagai seorang anak kyai, Hasyim Asy’ari kecil memperoleh pendidikan dasar agama khas pesantren dari orang tuanya sendiri. Segala macam pelajaran yang diajarkannya dapat diterima dengan mudah, karna hasyim asy’ari kecil tergolang sebagai anak yang cerdas lagi pintar. Kecerdasan dan ketajaman pikir sejak kecil kelihatan dan mengagumkan dikalangan keluarga.
KH. Hasyim Asy’ari Waktu Remaja
Setelah berusia 14 tahun, secara berturut turut beliau belajar dari satu pesantren satu ke pesantren lainnya yang masih berada di wilayah jawa timur dan madura.
Pertama KH. Hasyim Asy’ari menjadi santri di wonokoyo (purbalinga), kemudian setelah itu pindah ke pondok pesantren langitan (Tuban) dan melanjutkan lagi ke pondok pesantren trenggilis (Madura), dll
KH. Hasyim Asy’ari berpindah dari ponpes satu ke ponpes lainnya, pada akhirnya sampailah beliau di pondok pesantren yang diasuh oleh kyai ya’kub di desa siwalan panji sidoarjo jawa timur pada tahun 1891. Selama di pondok pesantren siwalan, prilaku (Akhlaq) KH. Hasyim Asy’ari semakin bagus, diimbangi dengan potensi ilmu keagamaan beliau juga tambah bagus. KH. Hasyim Asy’ari sangat dikagumi oleh kyai beliau yaitu kyai ya’kub. Tak lama kemudian beliau dijodohkan dengan putrinya kyai ya’kub yaitu khodijah.
Haji Pertama Kali
Pada tahun 1892 M KH. Hasyim Asy’ari menunaikan ibadah haji ke baitullah pertama kali bersama istri beliau (khodijah), dan bersama mertua beliau (kyai ya’kub). Sebelum maksud dan tujuan beliau kesampaian, istri beliau (khodijah) meninggal dunia ketika perjalanan sehinnga beliau kembali ke indonesia (tidak jadi berangkat haji).
Tahun Selanjutnya (1893 M)
Pada tahun selanjutnya yaitu tahun 1893 M. KH. Hasyim Asy’ari berangkat lagi ke makkah untuk memperdalam ilmu agama beliau selama kurang lebih 7 tahun, setelah itu baru beliau kembali ke indonesia pada tahun 1899 M. Sewaktu beliau berada di makkah beliau juga mengajar di masjudil haram. Salah satu guru beliau sewaktu berada di makkah adalah mahfudz tremes dari pacitan jawa timur.
Mendirikan Pondok Pesantren
Setelah pulang dari makkah KH. Hasyim Asy’ari dan bantuan saudara iparnya yaitu KH. Alwi mendirikan pondok pesantren pada tahun 1317 H atau 1899 M yang berada di jombang jawa timur, yang diberi nama pondok pesantren tebu ireng. Nama tebu ireng (tebu hitam) sendiri sebenarnya berasal dari kebo ireng (kerbau hitam) kemudian berubah menjadi tebu ireng pada tepatnya pada tanggal 26 rabiul awal atau yang bertepatan pada tanggal 6 februari 1906 M. Dan mendapat pengesahan dari peerintahan belanda.
Pondok pesntren tebu ireng jombang jawa timur diakui keberadaannya oleh beberapa pihak. Itu terbukti bahwa yang belajar kesana (ponpes tebu ireng) tidak hanya para santri saja akan tetapi para kyai juga salah satunya adalah kyai yang dulu pernah menjadi gurunya sendiri yaitu KH. Kholil bangkalan madura dll.
Karya KH. Hasyim Asy’ari
KH. Hasyim Asy’ari adalah adalah seseorang yang memiliki kadar keilmuan yang tinggi terutama ilmu keagamaan, diantara hasil karya KH. Hasyim Asy’ari yang dapat dirasakan sampai sekarang yaitu antara lain :
1. Ihya’ amali fudala muqoddimah qonun asasi yang didalamnya memaparkan tentang tata cara bermadzhab yang baik. Kitab ini masih dapat kita rasakan sampai sekarang dan sangat mudah dijumpai terutama dalam pondok pesantren.
2. Ad darar al muntasyirah fi masail at tisna asyarah yang berisikan tentang perlunya berhati hati memasuki kehidupan tharekat.
Baca Juga : Lirik lagu Berikut Diciptakan Beliau
KH. Hasyim Asy’ari wafat
KH. Hasyim Asy’ari telah pulang ke rahmatullah pada malam hari pada tanggal 7 Ramadhan tahun 1366 H yang bertepatan pada tanggal 25 Juli 1947 M dua tahun setelah indonesia merdeka. Beliau wafat setelah beliau menunaikan ibadah sholat tarawih, setelah mengajar para santri, dan ketika menerima tamu dari utusan bung Tomo. Beliau dimakamkan di pemakaman keluarga tebuireng di jombang jawa timur.
Diakui sebagai pahlawan
Berdasarkan surat keputusan presiden RI Nomor 29/1964 beliau diakui sebagai pahlawan kemerdekaan nasional. Ini suatu bukti bahwa beliau bukan saja tokoh agama melainkan juga tokoh pahlawan kemerdekaan indonesia.
Jamiyyah nahdlotul ulama didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 31 januari 1926 M. Beliau adalah salah pahlawan sekaligus ulama terkemuka diindonesia, beliau adalah pendiri jam’iyyah Nahdlatul ulama (NU).
Biografi KH. Hasyim Asy’ari
KH. Hasyim Asy’ari dilahirkan dikota demak pada taggal 14 februari 1871 atau pada tanggal 24 dzulqo’dah 1284. Ayah beliau bernama kyai Asy’ari dan ibunya bernama nyai halimah. Beliau adalah anak laki laki dari ketiga dari kesebelas orang bersaudara. Tujuh orang laki laki dan empat orang perempuan oleh orang tua beliau putra ketiga ini diberi nama hasyim asy’ari yang kemudian terkenal dengan nama KH. Hasyim Asy’ari.
Baca juga : Makna Tersembunyi lambang NU, Jarang yang Tahu.
Masa Kecil KH. Hasyim Asy’ari
Ketika beliau berusia enam tahun, yaitu pada tahun 1876 M beliau diajak pindah oleh kedua orang tuanya kedesa keras, yaitu suatu desa yang terletak disebelah selatan kota jombang. Sebagai seorang anak kyai, Hasyim Asy’ari kecil memperoleh pendidikan dasar agama khas pesantren dari orang tuanya sendiri. Segala macam pelajaran yang diajarkannya dapat diterima dengan mudah, karna hasyim asy’ari kecil tergolang sebagai anak yang cerdas lagi pintar. Kecerdasan dan ketajaman pikir sejak kecil kelihatan dan mengagumkan dikalangan keluarga.
KH. Hasyim Asy’ari Waktu Remaja
Setelah berusia 14 tahun, secara berturut turut beliau belajar dari satu pesantren satu ke pesantren lainnya yang masih berada di wilayah jawa timur dan madura.
Pertama KH. Hasyim Asy’ari menjadi santri di wonokoyo (purbalinga), kemudian setelah itu pindah ke pondok pesantren langitan (Tuban) dan melanjutkan lagi ke pondok pesantren trenggilis (Madura), dll
KH. Hasyim Asy’ari berpindah dari ponpes satu ke ponpes lainnya, pada akhirnya sampailah beliau di pondok pesantren yang diasuh oleh kyai ya’kub di desa siwalan panji sidoarjo jawa timur pada tahun 1891. Selama di pondok pesantren siwalan, prilaku (Akhlaq) KH. Hasyim Asy’ari semakin bagus, diimbangi dengan potensi ilmu keagamaan beliau juga tambah bagus. KH. Hasyim Asy’ari sangat dikagumi oleh kyai beliau yaitu kyai ya’kub. Tak lama kemudian beliau dijodohkan dengan putrinya kyai ya’kub yaitu khodijah.
Haji Pertama Kali
Pada tahun 1892 M KH. Hasyim Asy’ari menunaikan ibadah haji ke baitullah pertama kali bersama istri beliau (khodijah), dan bersama mertua beliau (kyai ya’kub). Sebelum maksud dan tujuan beliau kesampaian, istri beliau (khodijah) meninggal dunia ketika perjalanan sehinnga beliau kembali ke indonesia (tidak jadi berangkat haji).
Tahun Selanjutnya (1893 M)
Pada tahun selanjutnya yaitu tahun 1893 M. KH. Hasyim Asy’ari berangkat lagi ke makkah untuk memperdalam ilmu agama beliau selama kurang lebih 7 tahun, setelah itu baru beliau kembali ke indonesia pada tahun 1899 M. Sewaktu beliau berada di makkah beliau juga mengajar di masjudil haram. Salah satu guru beliau sewaktu berada di makkah adalah mahfudz tremes dari pacitan jawa timur.
Mendirikan Pondok Pesantren
Setelah pulang dari makkah KH. Hasyim Asy’ari dan bantuan saudara iparnya yaitu KH. Alwi mendirikan pondok pesantren pada tahun 1317 H atau 1899 M yang berada di jombang jawa timur, yang diberi nama pondok pesantren tebu ireng. Nama tebu ireng (tebu hitam) sendiri sebenarnya berasal dari kebo ireng (kerbau hitam) kemudian berubah menjadi tebu ireng pada tepatnya pada tanggal 26 rabiul awal atau yang bertepatan pada tanggal 6 februari 1906 M. Dan mendapat pengesahan dari peerintahan belanda.
Pondok pesntren tebu ireng jombang jawa timur diakui keberadaannya oleh beberapa pihak. Itu terbukti bahwa yang belajar kesana (ponpes tebu ireng) tidak hanya para santri saja akan tetapi para kyai juga salah satunya adalah kyai yang dulu pernah menjadi gurunya sendiri yaitu KH. Kholil bangkalan madura dll.
Karya KH. Hasyim Asy’ari
KH. Hasyim Asy’ari adalah adalah seseorang yang memiliki kadar keilmuan yang tinggi terutama ilmu keagamaan, diantara hasil karya KH. Hasyim Asy’ari yang dapat dirasakan sampai sekarang yaitu antara lain :
1. Ihya’ amali fudala muqoddimah qonun asasi yang didalamnya memaparkan tentang tata cara bermadzhab yang baik. Kitab ini masih dapat kita rasakan sampai sekarang dan sangat mudah dijumpai terutama dalam pondok pesantren.
2. Ad darar al muntasyirah fi masail at tisna asyarah yang berisikan tentang perlunya berhati hati memasuki kehidupan tharekat.
Baca Juga : Lirik lagu Berikut Diciptakan Beliau
KH. Hasyim Asy’ari wafat
KH. Hasyim Asy’ari telah pulang ke rahmatullah pada malam hari pada tanggal 7 Ramadhan tahun 1366 H yang bertepatan pada tanggal 25 Juli 1947 M dua tahun setelah indonesia merdeka. Beliau wafat setelah beliau menunaikan ibadah sholat tarawih, setelah mengajar para santri, dan ketika menerima tamu dari utusan bung Tomo. Beliau dimakamkan di pemakaman keluarga tebuireng di jombang jawa timur.
Diakui sebagai pahlawan
Berdasarkan surat keputusan presiden RI Nomor 29/1964 beliau diakui sebagai pahlawan kemerdekaan nasional. Ini suatu bukti bahwa beliau bukan saja tokoh agama melainkan juga tokoh pahlawan kemerdekaan indonesia.

0 Response to "Siapa Itu KH. Hasyim Asy'ari? Apakah Betul Sang Pendiri NU?"
Post a Comment